Hai guys, di blog ku kali ini, aku akan menceritakan
tentang Orang Tua yang paling sempurna di kehidupanku. Menceritakan orang tua
yang berhasil mendidik anaknya dari kecil hingga dewasa. Aku harap kalian semua
menyayangi orang tua kalian selagi ada ya. Jangan menyepelekan perhatian dan
kasih sayang mereka dan tetap jaga komunikasi dengan mereka.
Wanita yang hampir paruh baya itu sebut saja Sari. Dia
adalah ibuku, wanita yang selalu kusayang. Nama lengkapnya yaitu Sari Rezah
Suharyanti seorang guru di Madrasah Tsnawiyah Negeri Pemangkat. Tubuh nya
mungil, kulitnya putih dan bersih. Dia gampang sekali untuk tertawa dan bisa di
bilang receh. Rambutnya panjang sebagian hitam dan sebagian sudah ditumbuhi
uban, Alisnya tebal dan hidung mancung serta bibir nya tebal seperti Angelina
Jolie, suaranya melengking ketika marah dengan anak muridnya di sekolah. Tak
heran jika anak muridnya ketakutan jika berpapasan dengan ibuku di sekolah.
Ibuku lahir pada 14 Mei 1979, di Pemangkat kabupaten
Sambas, Provinsi Kalimantan Barat. Ibuku adalah anak tunggal dari nenek ku dan
kakek ku. Ibuku menghabiskan masa kecilnya di perkampungan. Dulu pada saat
umurnya sudah cukup untuk bersekolah di Sekolah Dasar, dia di sekolahkan di
Perapakan. Tak hanya menuntut ilmu, ibuku juga membantu perekonomian keluarga
nya dengan berjualan kue di sekolah.
Dan pada saat sudah remaja, ibuku bersekolah di
Madrasah Tsanawiyah Negeri Pemangkat, Ibuku ini sangat pintar. Bahkan guru ku
yg di Madrasah kenal dengan ibuku ini, dia bilang bahwa ibuku sangat pintar.
Tak heran jika dia mempunyai banyak teman. Ibuku ini bisa di bilang sangat
mudah bergaul dengan orang lain.
Setelah lulus di Madrasah Tsanawiyah, ibuku
melanjutkan pendidikan nya di Aliyah Pemangkat, sekolah islam favorit pada
masanya. Dia sering bercerita kepadaku kalau dia sangat banyak punya teman pada
saat bersekolah di Aliyah. Oiya, ibuku ini punya talent yaitu menyanyi. Bahkan
dulu dia sering ikut lomba nyanyi di sekolah, dan juga mendapatkan juara.
Bahkan sampai saat ini dia sering menyanyi di rumah sebagai penghilang penat.
Setelah itu dia melanjutkan pendidikan nya lagi di
STIT Syarif Abdurrahman Singkawang. Setelah itu dia melanjutkan nya lagi di
Pontianak, yaitu di IAIN Pontianak, prodi PAI. Sama sepertiku yang sekarang.
Ibuku adalah satu-satunya wanita yang paling cantik di
dunia. Tak hanya rupa, jiwa nya juga cantik. Dia tak pernah mengeluh jika
mempunyai anak yang tengil sepertiku. Aku dan ibu memiliki beberapa kesamaan,
seperti alis, hidung, dan bibir.
Umurnya 40 Tahun lebih, tetapi masih sangat sehat
sampai sekarang dan ibuku ini bisa dibilang awet muda. Dan sekarang ibuku
menghabiskan masa tua nya menjadi guru di Madrasah Tsanawiyah Negeri Pemangkat.
Oiya,ibuku ini sangat sayang dengan anak-anaknya
seperti yang aku rasakan sekarang, aku sangat bersyukur dilahirkan oleh ibuku,
ibu yang baik, sabar dan bisa di bilang manusia yang sempurna. Kadang ibuku
juga sama sepertiku yaitu keras kepala. Bahkan kami kadang bertengkar karna hal
yang sepele. Tapi itu tidak membuat ku membenci ibuku, bahkan aku malah sangat
sayang kepadanya.
Ibu selalu berpesan kepadaku, “jaga diri dimana pun kamu berada, selalu ingat orang tua. Jangan jadi
wanita yang lemah. Harus kuat menempuh pendidikan. Jangan terlalu percaya sama
orang lain, terutama lelaki.”
Aku tak hanya mempunyai seorang ibu, tetapi juga
mempunyai ayah. Lelaki tangguh, Berani, bahkan kepribadian ayahku ini sangat
cocok dengan ibuku. Mereka sangat melengkapi satu sama lain.
Ayahku bernama Rafani, dia lahir di Pemangkat pada 21
Januari 1977 , dia adalah anak ke 3 dari 5 bersaudara. Ayahku berasal dari
keluarga yang sederhana. Hobi nya sangat banyak bahkan aku sebagai anaknya
tidak tau betul hobi nya apa. Pada saat masih kecil, ayahku adalah anak yang
sangat dekat dengan kakek ku. Mereka mempunyai banyak kesamaan dari muka hingga
kepribadian. Ayahku mempunyai pemikiran yang sangat luas, walaupun dia tidak
menyelesaikan pendidikan nya, pikiran nya lebih realistis dibanding ibuku.
Ayahku tidak menyelesaikan pendidikan nya karna dia keasikan membantu kakek ku.
Lelaki pertama yang kucintai adalah ayahku sendiri.
Ayahku ini sangat humble tetapi temanku tidak yakin karna tampangnya yang
sangar. Padahal jika sudah kenal, ayahku sering melontarkan lawakan nya.
Oiya, ayahku ini mempunyai wajah yang manis, ditambah
warna kulitnya yang coklat, alis yang tebal dan hidung yang mancung. Badan nya
juga tinggi sehingga sangat cocok dengan ibuku yang mungil.
Pahlawan yang lebih kuat dari spiderman ini sangat
senang jika mengajak ku memancing, ketika aku masih kecil aku sering ikut
bersama ayahku memancing di sawah. Tak heran sampai sekarang aku sangat pandai
memancing. Oiya ayahku sering mengajarkan aku untuk mandiri, dia juga biasanya
mengajak ku untuk membawa barang berat dan mengajak ku untuk melihat dia
bekerja. Pada saat aku masih TK, ayahku bekerja di Malaysia. Ibuku sangat sedih
jika ayahku ini bekerja di Malaysia dan akhirnya ayahku memutuskan untuk
bekerja di Pemangkat sebagai petukang.
Ketika ayahku bekerja, aku sering ikut untuk melihat proses
nya bahkan aku biasanya menolong dia untuk menyelesaikan pekerjaan nya. Dan
pada saat smp aku sudah bisa angkat galon dan memasang gas. Aku menjadi tangguh
ketika di ajarkan untuk mandiri oleh ayahku.
Dari ayah aku belajar, Mandiri untuk diri sendiri
lebih penting daripada menunggu bantuan orang lain.
Dan aku sangat bersyukur dilahirkan oleh orang tua ku
yang sangat tangguh dan sabar. Dari mereka aku banyak belajar tentang hal yang
benar dan salah. Aku bahkan tak bisa berkata banyak untuk mengungkapkan rasa
syukur ku ini, aku sebagai anak pertama yang di didik mereka sangat bersyukur
mempunyai orang tua seperti mereka. Aku selalu berpikir bahwa mereka adalah
titipan yang tepat dari allah untuk gadis sepertiku. Gadis yang menjadi tegas
ketika di didik oleh seorang ayah dan menjadi gadis penyayang dikala ibu yang
mendidik.
Sebagai anak untuk membalas budi mereka, untuk saat
ini aku hanya bisa berdoa untuk kesehatan mereka dan meneruskan pendidikan ku
agar mereka percaya bahwa mereka berhasil mendidik ku hingga aku sukses nanti
nya.
Segitu aja blog ku tentang orang tua, aku harap kalian
yang masih mempunyai orang tua untuk selalu mendengarkan nasihat mereka dan
selalu patuh kepada mereka. Dan untuk kalian yang mungkin sudah ditinggalkan
salah satu atau bahkan keduanya untuk selalu mendoakan mereka yaa. Karna tanpa
mereka, kita tak mungkin lahir ke dunia yang fana ini.
Sekian dari aku, mohon maaf jika ada beberapa kata
yang kurang tepat. Wassalamualaikum wr.wb.