Kamis, 21 April 2022

LAPORAN BACAAN Kultur sekolah

 

Roza Wulandari

12001089

4F PAI


KULTUR SEKOLAH

Menurut Antropologi (Koentjaraningrat, 2003: 72) kebudayaan adalah seluruh sistem gagasan dan rasa, tindakan, serta karya yang dihasilkan manusia dalam kehidupan bermasyarakat, yang dijadikan

miliknya dengan belajar. Kultur merupakan pandangan hidup yang diakui bersama oleh suatu kelompok masyarakat, yang mencakup cara berfikir, perilaku,

sikap, nilai yang tercermin baik dalam wujud fisik maupun abstrak. Oleh karena itu, suatu kultur secara alami akan diwariskan oleh suatu generasi

kepada generasi berikutnya. Sekolah merupakan lembaga utama yang didesain untuk memeperlancar proses transmisi kultural antar generasi

tersebut (Ariefa Efianingrum, 2009: 21).

Dapat disimpulkan, kebudayaan adalah sebagai keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang digunakannya untuk memahami dan menginterpretasikan lingkungan dan pengalamannya,

serta menjadi landasan bagi tingkah-lakunya. Suatu kebudayaan juga merupakan milik bersama anggota suatu masyarakat atau suatu golongan sosial, yang penyebarannya kepada anggota-anggotanya dan pewarisannya kepada generasi berikutnya dilakukan melalui proses belajar dan dengan menggunakan simbol-simbol yang terwujud dalam bentuk yang terucapkan maupun yang tidak (termasuk juga berbagai karya yang dibuat oleh manusia). Dengan demikian, setiap anggota masyarakat mempunyai suatu pengetahuan mengenai kebudayaannya

tersebut yang dapat tidak sama dengan anggota-anggota lainnya, disebabkan oleh pengalaman dan proses belajar yang berbeda dan karena

lingkungan-lingkungan yang mereka hadapi tidak selamanya sama. Begitu pula dengan kebudayaan atau kultur dalam sekolah. Setiap sekolah memiliki budaya sekolah yang berbeda dan mempunyai pengalaman yang tidak sama dalam membangun budaya sekolah.

Perbedaan pengalaman inilah yang menggambarkan adanya “keunikan” dalam dinamika budaya sekolah. Kondisi ini adalah normal sebagaimana dijelaskan oleh Bare (Siti Irene Astuti D, 2009 : 119-120) yangmenyatakan bahwa ada beberapa karakteristik dari pendekatan antropologi dalam memahami dalam budaya sekolah meliputi: “a unique mixing of ethnicity, values, experience, skills, and asporation: special rituals and ceremonies: unique history of achievement and tradition: unique socio-economic and geographic location”. Budaya sekolah menyebabkan perbedaan respon sekolah terhadap perubahan kebijakan pendidikan, dikarenakan ada perbedaan

karakteristik yang melekat pada satuan pendidikan, selain itu budaya sekolah juga mempengaruhi kecepatan sekolah dalam merespon perubahan tergantung kemampuan sekolah dalam merancang pelayanan sekolah (Siti Irene Astuti D, 2009: 74).

Jadi dalam hal ini budaya atau kultur sekolah mempengaruhi dalam dinamika kultur sekolah yang tetap menekankan pentingnya

kesatuan, stabilitas, dan harmoni sosial pada sekolah, dan realitas sosial. Budaya sekolah juga memperngaruhi kecepatan sekolah dalam merespon

perubahan tergantung kemampuan sekolah dalam merancang pelayanan sekolah. Sekolah merupakan sistem sosial yang mempunyai organisasi yang

unik dan pola relasi sosial di antara para anggotanya yang bersifat unik pula. Hal itu disebut kebudayaan sekolah. Namun, untuk mewujudkannya

bukan hanya menjadi tanggung jawab pihak sekolah. Sekolah dapat bekerjasama dengan pihak-pihak lain, seperti keluarga dan masyarakat

untuk merumuskan pola kultur sekolah yang dapat menjembatani kepentingan transmisi nilai (Ariefa Efianingrum, 2007: 51). 

 

Istilah kultur dapat diartikan sebagai totalitas pola perilaku, kesenian, kepercayaan, kelembagaan, dan semua produk lain dari karya dan pemikiran manusia yang mencirikan kondisi suatu masyarakat atau penduduk yang ditransmisikan bersama. Deal dan Kent mendefinisikan “kultur sekolah sebagai keyakinan dan nilai-nilai milik bersama yang menjadi pengikat kuat kebersamaan sebagai warga suatu masyarakat”. Menurut definisi ini, suatu sekolah dapat saja memiliki sejumlah kultur dengan satu kultur dominan dan sejumlah kultur lainnya sebagai subordinasi. Sejumlah keyakinan dan nilai disepakati secara luas di sekolah dan sejumlah kelompok memiliki kesepakatan terbatas di kalangan mereka tentang keyakinan dan nilai-nilai tertentu. Jadi, kultur sekolah merupakan kreasi bersama yang dapat dipelajari dan teruji dalam memecahkan kesulitan-kesulitan yang dihadapi sekolah dalam mencetak lulusan yang cerdas, terampil, mandiri dan bernurani. Sehingga kultur sekolah ini sangat berperan penting dan berkaitan satu sama lain demi mencapai tujuan yang akan di peroleh.

 

A. Tujuan Kultur Sekolah

1. Untuk membina mental dan moral.

2. Untuk penuntun kebijakan sekolah terhadap semua unsur dan komponen sekolah termasuk stakeholders pendidikan. 3. Untuk menciptakan sekolah yang ideal. (Reny Widiasari, 2014)

 

B. Karakteristik Kultus Sekolah

1. Inisiatif individual.

2. Toleransi terhadap tindakan beresiko

3. Arah.

4. Integrasi.

5. Dukungan dari manajemen

6. Kontrol.

7. Identitas,

8. Sistem imbalan.

9. Toleransi terhadap konflik dan

10. Pola-pola komunikasi. (Reny Widiasari, 2014).

 

C. Fungsi dan Peran Kultur Sekolah 

    Berdasarkan pemaparan diatas mengenai kultur sekolah berikut ini dapat dikemukakan mengenai fungsi dan peran kultur sekolah, sebagai berikut: 

 

1.  Sebagai ciri khas yang dapat menjadi identitas serta citra suatu lembaga 

pendidikan. Dalam fungsi dan peran kultur sekolah ini dapat menjadi ciri tersendiri dari suatu sekolah yang menjdi ciri khas dan membedakan antara sekolah satu dengan yang lainnya sesuai dengan kultur yang berkembang didalam sekolah. 

2. Sebagai pedoman, kultur sekolah dapat menjadi pedoman atau pandangan bagi warga sekolah dalam batasan berprilaku yang sudah disepakati dan menggenerasi dari waktu ke waktu. 

3. Sebagai cara pemecahan masalah, kultur sekolah dapat menjadi sebuah keyakinan cara untuk memecahkan masalah, terbentuknya kultur sekolah tidak dapat menggunakan cara yang singkat. Untuk itu dalam hal ini kultur sekolah dapat manjadi keyakinan warga sekolah dalam memecahkan masalah menggunakan cara yang dipercayai dan dianggap benar untuk memecahkan suatu masalah. 

4. Sebagai strategi, kultur sekolah dapat dijadikan sebagai strategi untuk sekolah sebagai bahan agar dapat dibanggakan ataupun sebagai nilai popularitas sekolah. Strategi ini dapat difungsikan untuk membuat kebijakan sekolah dalam mengolah sumber daya yang terdapat di seuatu lembaga pendidikan.

5. Sebagai tata nilai, dengan adanya kultur sekolah dapat menggambarkan situasi sosial sekolah seperti perilaku. Dengan adanya tata nilai yang berkembang disekolah, sekolah dapat merealisasikan dalam kebijakan sekolah sebagai harapan bagi warga sekolah dalam mewujudkan tujuan dari adanya pendidikan yang dapat dimuat dalam visi serta misi sekolah. (Fify Rosalina, 2015: 13-14).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BAHAN AJAR

  Nama : Roza Wulandari Nim : 12001089 Kelas : 4F PAI LAPORAN BACAAN MAGANG 1   BAHAN AJAR Pada pembahasan kali ini saya tentuny...