Roza Wulandari
12001089
4F PAI
LAPORAN BACAAN
Strategi
Pembelajaran
Penetapan
strategi yang relevan merupakan suatu keharusan. Strategi pembelajaran yang
tepat akan membina peserta didik (mahasiswa) situasi yang terjadi dan yang
mungkin terjadi. Karena penetapan strategi yang tidak tepat akan berakibat
fatal. Sebab akan terjadi kontraproduktif dan berlawanan dengan apa yang ingin
dicapai, misalnya seorang dosen mengajar agar mahasiswa menjadi kreatif, akan
tetapi mengajar dengan cara-cara otoriter dan kaku. Strategi Pembelajaran merupakan garis besar haluan bertindak untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan, dalam arti ilmu dan kiat didalam
memanfaatkan segala sumber yang dimiliki dan/atau yang dapat dipakai untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Strategi Pembelajaran adalah metode
dalam arti luas yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, penilaian, pengayaan,
dan remedial yaitu memilih dan menentukan perubahan perilaku, pendekatan
prosedur, metode, teknik, dan norma-norma atau batas-batas keberhasilan.
Secara umum
strategi adalah alat, rencana, atau metode yang digunakan untuk menyelesaikan
suatu tugas. Dalam konteks pembelajaran, strategi berkaitan dengan pendekatan
dalam penyampaian materi pada lingkungan pembelajaran.
Secara umum
strategi pembelajaran dibagi menjadi tiga:
1). Strategi
Indukatif adalah suatu strategi pembelajaran yang memulai dari hal-hal yang
khusus barulah menuju hal yang umum.
2). Strategi
Dedukatif adalah suatu strategi pembelajaran yang umum menuju hal-hal yang
khusus
3). Strategi
campuran adalah gabungan dari strategi indukatif dan dedukatif. Adapula
strategi regresif yaitu strategi pembelajaran yang memakai titik tolak jaman
sekarang untuk kemudian menelusuri balik (kebelakang) ke masa lampau yang
merupakan latar belakang dari perkembangan kontemporer tersebut.
Menurut Slameto
strategi pembelajaran mencakup 8 unsur perencanaan tentang:
1. Komponen
sistem yaitu guru/dosen, siswa/mahasiswa baikdalam ikatan kelas, kelompok
maupun perorangan yang akan terlibat dalam kegiatan belajar mengajar telah
disiapkan,
2. Jadwal
pelaksanaan , format dan lama kegiatan telah disiapkan,
3. Tugas-tugas
belajar yang akan dipelajari dan yang telah
4. Materi/bahan
belajar, alat pelajarandan alat bantu mengajar yang disiapkan dan diatur,
5. Masukan dan
karakteristik siwa yang telah di identifikasikan
6. Bahan
pengait yang telah direncanakan,
7. Metode dan
teknik penyajian telah dipilih, misalnya ceramah, diskusi dan lain sebagainya,
dan
8. Media yang
akan digunakan. (Slameto, 1991: 91-92).
Menurut Dick
dan Carey terdapat 5 komponen umum dalam strategi pembelajaran yaitu:
- kegiatan
pra-instruksional (meliputi motivasi, tujuan, tingkah laku);
- penyajian
informasi (deskripsi pembelajaran, informasi, contoh);
- peran
serta pembelajaran (latihan dan umpan balik);
- tes (baik
tes awal maupun di akhir pembelajaran);
- kegiatan
tindak lanjut (pengayaan, pendalaman, dan lainnya).
Adapun Prinsip-Prinsip Penggunaan Strategi
Pembelajaran yaitu Setiap strategi pembelajaran memiliki kekhasan
dan keunikan sendiri-sendiri. Tidak ada strategi pembelajaran
tertentu yang lebih baik dari strategi pembelajaran yang lain. Untuk itu,
pendidik harus mampu memilih strategi yang dianggap cocok dengan keadaan.
Menurut Sanjaya ( 2006: 129-131), ada empat prinsip umum yang harus
diperhatikan pendidik dalam penggunaan strategi pembelajaran, yaitu: 1.
Berorientasi pada tujuan. Dalam sistem pembelajaran, tujuan merupakan komponen
yang utama. Segala aktivitas pendidik dan peserta didik, mestilah diupayakan untuk
mencapai tujuan yang telah ditentukan, karena keberhasilan suatu strategi
pembelajaran dapat dilihat dari keberhasilan peserta didik mencapai tujuan
pembelajaran; 2. Aktivitas. Belajar bukan hanya menghafal sejumlah fakta atau
informasi, tapi juga berbuat, memperoleh pengalaman tertentu sesuai dengan
tujuan yang diharapkan. Karena itu, strategi pembelajaran harus dapat mendorong
aktivitas peserta didik, baik aktivitas fisik, maupun aktivitas yang bersifat
psikis seperti aktivitas mental; 3. Individualitas. Mengajar adalah usaha
mengembangkan setiap individu peserta didik. Walaupun pendidik mengajar pada
sekelompok peserta didik, namun pada hakikatnya yang ingin dicapai adalah
perubahan perilaku setiap peserta didik. Pendidik yang berhasil adalah apabila
ia menangani 40 orang peserta didik seluruhnya berhasil mencapai tujuan; dan
sebaliknya dikatakan pendidik yang tidak berhasil manakala dia menangani 40
orang peserta didik 35 tidak berhasil mencapai tujuan pembelajaran; 4.
Integritas. Mengajar harus dipandang sebagai usaha mengembangkan seluruh
pribadi peserta didik. Dengan demikian, mengajar bukan hanya mengembangkan
kemampuan kognitif saja, tetapi juga mengembangkan aspek afektif dan aspek
psikomotor. Oleh karena itu, strategi pembelajaran harus dapat mengembangkan
seluruh kepribadian peserta didik yang mencakup kognitif, afektif, dan
psikomotorik secara terintegrasi.
Jadi,
Kesimpulannya adalah Strategi dalam pembelajaran ini sangat penting, dengan
adanya beberapa aspek yang mendominan pada strategi adalah sebuah bentuk proses
pembelajaran yang ingin dicapai. Dengan itu, Dalam rangka pencapaian tujuan
pembelajaran, setiap guru dituntut untuk memahami benar strategi pembelajaran
yang akan diterapkannya. Sehubungan dengan hal tersebut, seorang guru perlu
memikirkan strategi pembelajaran yang akan digunakannya. Pemilihan strategi
pembelajaran yang tepat berdampak pada tingkat penguasaan atau prestasi belajar
siswa. Dengan itu, sudah sepatutnya pendidik mengetahui karakteristik daripada
anak didik yang akan di ajarnya. Karna agar mudah dipahami dan di terima oleh peserta didik
materi yang di sampaikan si pendidik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar