Kamis, 28 April 2022

Laporan Bacaan Strategi Pembelajaran

 

Roza Wulandari

12001089

4F PAI

 

LAPORAN BACAAN

 

Strategi Pembelajaran

Penetapan strategi yang relevan merupakan suatu keharusan. Strategi pembelajaran yang tepat akan membina peserta didik (mahasiswa) situasi yang terjadi dan yang mungkin terjadi. Karena penetapan strategi yang tidak tepat akan berakibat fatal. Sebab akan terjadi kontraproduktif dan berlawanan dengan apa yang ingin dicapai, misalnya seorang dosen mengajar agar mahasiswa menjadi kreatif, akan tetapi mengajar dengan cara-cara otoriter dan kaku. Strategi Pembelajaran merupakan garis besar haluan bertindak untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, dalam arti ilmu dan kiat didalam memanfaatkan segala sumber yang dimiliki dan/atau yang dapat dipakai untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Strategi Pembelajaran adalah metode dalam arti luas yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, penilaian, pengayaan, dan remedial yaitu memilih dan menentukan perubahan perilaku, pendekatan prosedur, metode, teknik, dan norma-norma atau batas-batas keberhasilan.

Secara umum strategi adalah alat, rencana, atau metode yang digunakan untuk menyelesaikan suatu tugas. Dalam konteks pembelajaran, strategi berkaitan dengan pendekatan dalam penyampaian materi pada lingkungan pembelajaran. 

Secara umum strategi pembelajaran dibagi menjadi tiga:

1). Strategi Indukatif adalah suatu strategi pembelajaran yang memulai dari hal-hal yang khusus barulah menuju hal yang umum.

2). Strategi Dedukatif adalah suatu strategi pembelajaran yang umum menuju hal-hal yang khusus

3). Strategi campuran adalah gabungan dari strategi indukatif dan dedukatif. Adapula strategi regresif yaitu strategi pembelajaran yang memakai titik tolak jaman sekarang untuk kemudian menelusuri balik (kebelakang) ke masa lampau yang merupakan latar belakang dari perkembangan kontemporer tersebut.

Menurut Slameto strategi pembelajaran mencakup 8 unsur perencanaan tentang:

1. Komponen sistem yaitu guru/dosen, siswa/mahasiswa baikdalam ikatan kelas, kelompok maupun perorangan yang akan terlibat dalam kegiatan belajar mengajar telah disiapkan,

2. Jadwal pelaksanaan , format dan lama kegiatan telah disiapkan,

3. Tugas-tugas belajar yang akan dipelajari dan yang telah

4. Materi/bahan belajar, alat pelajarandan alat bantu mengajar yang disiapkan dan diatur,

5. Masukan dan karakteristik siwa yang telah di identifikasikan

6. Bahan pengait yang telah direncanakan,

7. Metode dan teknik penyajian telah dipilih, misalnya ceramah, diskusi dan lain sebagainya, dan

8. Media yang akan digunakan. (Slameto, 1991: 91-92).

Menurut Dick dan Carey terdapat 5 komponen umum dalam strategi pembelajaran yaitu:

  1. kegiatan pra-instruksional (meliputi motivasi, tujuan, tingkah laku);
  2. penyajian informasi (deskripsi pembelajaran, informasi, contoh);
  3. peran serta pembelajaran (latihan dan umpan balik);
  4. tes (baik tes awal maupun di akhir pembelajaran);
  5. kegiatan tindak lanjut (pengayaan, pendalaman, dan lainnya).

 

Adapun Prinsip-Prinsip Penggunaan Strategi Pembelajaran yaitu Setiap strategi pembelajaran memiliki kekhasan dan keunikan sendiri-sendiri. Tidak ada strategi pembelajaran tertentu yang lebih baik dari strategi pembelajaran yang lain. Untuk itu, pendidik harus mampu memilih strategi yang dianggap cocok dengan keadaan. Menurut Sanjaya ( 2006: 129-131), ada empat prinsip umum yang harus diperhatikan pendidik dalam penggunaan strategi pembelajaran, yaitu: 1. Berorientasi pada tujuan. Dalam sistem pembelajaran, tujuan merupakan komponen yang utama. Segala aktivitas pendidik dan peserta didik, mestilah diupayakan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan, karena keberhasilan suatu strategi pembelajaran dapat dilihat dari keberhasilan peserta didik mencapai tujuan pembelajaran; 2. Aktivitas. Belajar bukan hanya menghafal sejumlah fakta atau informasi, tapi juga berbuat, memperoleh pengalaman tertentu sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Karena itu, strategi pembelajaran harus dapat mendorong aktivitas peserta didik, baik aktivitas fisik, maupun aktivitas yang bersifat psikis seperti aktivitas mental; 3. Individualitas. Mengajar adalah usaha mengembangkan setiap individu peserta didik. Walaupun pendidik mengajar pada sekelompok peserta didik, namun pada hakikatnya yang ingin dicapai adalah perubahan perilaku setiap peserta didik. Pendidik yang berhasil adalah apabila ia menangani 40 orang peserta didik seluruhnya berhasil mencapai tujuan; dan sebaliknya dikatakan pendidik yang tidak berhasil manakala dia menangani 40 orang peserta didik 35 tidak berhasil mencapai tujuan pembelajaran; 4. Integritas. Mengajar harus dipandang sebagai usaha mengembangkan seluruh pribadi peserta didik. Dengan demikian, mengajar bukan hanya mengembangkan kemampuan kognitif saja, tetapi juga mengembangkan aspek afektif dan aspek psikomotor. Oleh karena itu, strategi pembelajaran harus dapat mengembangkan seluruh kepribadian peserta didik yang mencakup kognitif, afektif, dan psikomotorik secara terintegrasi.

Jadi, Kesimpulannya adalah Strategi dalam pembelajaran ini sangat penting, dengan adanya beberapa aspek yang mendominan pada strategi adalah sebuah bentuk proses pembelajaran yang ingin dicapai. Dengan itu, Dalam rangka pencapaian tujuan pembelajaran, setiap guru dituntut untuk memahami benar strategi pembelajaran yang akan diterapkannya. Sehubungan dengan hal tersebut, seorang guru perlu memikirkan strategi pembelajaran yang akan digunakannya. Pemilihan strategi pembelajaran yang tepat berdampak pada tingkat penguasaan atau prestasi belajar siswa. Dengan itu, sudah sepatutnya pendidik mengetahui karakteristik daripada anak didik yang akan di ajarnya. Karna agar mudah dipahami dan di terima oleh peserta didik materi yang di sampaikan si pendidik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BAHAN AJAR

  Nama : Roza Wulandari Nim : 12001089 Kelas : 4F PAI LAPORAN BACAAN MAGANG 1   BAHAN AJAR Pada pembahasan kali ini saya tentuny...