Kamis, 16 Juni 2022

BAHAN AJAR

 

Nama : Roza Wulandari

Nim : 12001089

Kelas : 4F PAI

LAPORAN BACAAN MAGANG 1

 

BAHAN AJAR

Pada pembahasan kali ini saya tentunya akan menjelaskan tentang apa itu Bahan Ajar. Teman-teman disini tentu saja sudah tau apa itu bahan ajar, namun disini saya akan menjelaskan lebih rinci.

A.    Pengertian Bahan Ajar

Bahan ajar merupakan salah satu bagian penting yang dapat menunjang suatu pembelajaran. Bahan ajar digunakan oleh guru dan siswa pada saat proses pembelajaran berlangsung. Tanpa adanya bahan ajar, pembelajaran yang dilakukan akan terhambat dan kurang terarah serta tujuan pembelajaran tidak tercapai dengan optimal. Bahan ajar merupakan bagian penting dalam pelaksanaan pendidikan. Melalui bahan ajar guru akan lebih mudah dalam melaksanakan pembelajaran dan siswa akan lebih terbantu dan mudah dalam belajar. Bahan ajar dapat dibuat dalan bentuk sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik materi ajar yang akan disajikan. Bahan ajar ialah sekumpulan materi ajar yang disusun secara sistematis yang mereprentasikan konsep yang mengarahkan siswa untuk mencapai suatu kompetensi. Ketika bahan ajar tidak digunakan dalam pembelajaran dikelas maka bahan ajar tersebut hanya menjadi sumber belajar.

B.    Bentuk Bahan Ajar

Menurut Prastowo (2013: 306) “bahan ajar dibagi berdasarkan bentuk, cara kerja, sifat, dan substansi (isi materi).

a.     Menurut Bentuk Bahan Ajar Menurut Prastowo (2013: 306) dari segi bentuknya, bahan ajar dapat dibedakan menjadi empat macam, yaitu:

1. Bahan ajar cetak (printed), yaitu sejumlah bahan yang disiapkan dalam kertas, yang dapat berfungsi untuk keperluan pembelajaran atau penyampaian informasi. Contoh: handout, buku, modul, lembar kerja siswa, brosur, leaflet, wall chart, foto/gambar, model, atau maket.

2. Bahan ajar dengar (audio) atau program audio, yaitu: semua sistem yang menggunakan sinyal radio secara langsung, yang dapat dimainkan atau didengar oleh seseorang atau sekelompok orang. Contoh: kaset, radio, piringan hitam, dan compact diskaudio.

3. Bahan ajar pandang dengar (audio visual), yaitu: segala sesuatu yang memungkinkan sinyal audio dapat dikombinasikan dengan gambar bergerak secara sekuensial. Contoh: video, compact disk, dan film.

4. Bahan ajar interaktif (interactive teaching materials), yaitu: kombinasi dari dua atau lebih media (audio, teks, grafik, gambar, animasi, dan video) yang oleh penggunanya dimanipulasi atau diberi perlakuan untuk mengendalikan suatu perintah dan atau perilaku alami dari presentasi. Contoh: compact disk interaktif.

b. Menurut Cara Kerja Bahan Ajar

Menurut Prastowo (2013: 307) berdasarkan cara kerjanya, bahan ajar dapat dibedakan menjadi lima macam, yaitu:

1.     Bahan ajar yang tidak diproyeksikan. Bahan ajar ini adalah bahan ajar yang tidak memerlukan perangkat proyektor untuk memproyeksikan isi di dalamnya.

2.     Bahan ajar yang diproyeksikan. Bahan ajar yang diproyeksikan adalah bahan ajar yang memerlukan proyektor agar bisa dimanfaatkan dan atau dipelajari siswa

3.     Bahan ajar audio. Bahan ajar audio adalah bahan ajar yang berupa sinyal audio yang direkam dalam suatu media rekam.

4.     Bahan ajar video. Bahan ajar ini memerlukan alat pemutar yang biasanya berbentuk video tape player, VCD, DVD, dan sebagainya.

5.     Bahan (media) komputer. Bahan ajar komputer adalah berbagai jenis bahan ajar noncetak yang membutuhkan komputer untuk menayangkan sesuatu untuk belajar.

c.Menurut Sifat Bahan Ajar Jika dilihat dari sifatnya menurut Prastowo (2013: 308) maka bahan ajar dapat dikelompokkan menjadi empat macam, yaitu:

 

1.     Bahan ajar berbasiskan cetak.

2.     Bahan ajar berbasiskan teknologi

3.     Bahan ajar yang digunakan untuk praktik atau proyek.

4.     Bahan ajar yang dibutuhkan untuk keperluan ineraksi manusia (terutama untuk keperluan pendidikan jarak jauh).

d.Menurut Substansi Materi Bahan Ajar Menurut Prastowo (2013: 309) secara garis besar, bahan ajar (instructional materials) adalah pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus dipelajari siswa dlaam rangka mencapai standar kompetensi dan kompetensi dasar yang telah ditentukan. Atau, dengan kata lain, materi pembelajaran dapat dibedakan menjadi tiga jenis materi, yaitu materi aspek kognitif, afektif dan psikomotorik.

 

Fungsi Bahan Ajar Secara garis besar, bahan ajar memiliki fungsi yang berbeda baik untuk guru maupun siswa. Adapun fungsi bahan ajar untuk guru yaitu;

1. Untuk mengarahkan semua aktivitas guru dalam proses pembelajaran sekaligus merupakan subtansi kompetensi yang seharusnya diajarkan kepada siswa.

2. Sebagai alat evaluasi pencapaian hasil pembelajaran.

Jadi bahan ajar adalah merupakan salah satu bagian yang sangat penting dalam proses pembelajaran dan merupakan salah satu bagian dari sumber ajar yang dapat diartikan sesuatu yang mengandung pesan pembelajaran yang baik yang bersifat khusus maupun yang bersifat umum yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pembelajaran. Suatu bahan ajar haruslah dirancang dan ditulis dengan kaidah intruksional karena akan digunakan oleh guru untuk membantu dan menunjang proses pembelajaran. Bahan atau materi pembelajaran paa dasarnya adalah “isi” dari kurikulum, yakni berupa mata pelajaran atau bidang studi dengan topik/subtopi dan rinciannya (Rahmat, 2011:152). Dapat dipahami bahwa peran seorang guru dalam merancang atau menyusun bahan ajar sangatlah menentukan keberhasilan proses belajar dan pembelajaran melalui sebuah bahan ajar.

 

Kamis, 09 Juni 2022

Laporan Bacaan Perangkat Evaluasi

Nama : Roza Wulandari 

Nim : 12001089 

Kelas : 4F PAI 


LAPORAN BACAAN PERANGKAT EVALUASI BAGI GURU  

Evaluasi adalah suatu kegiatan yang disengaja dan bertujuan. Kegiatan evaluasi dilakukan dengan sadar oleh guru dengan tujuan untuk memperoleh kepastian mengenai keberhasilan belajar siswa dan memberikan masukan kepada guru mengenai apa yang dia lakukan dalam kegiatan pengajaran. Dengan kata lain, evaluasi yang dilakukan oleh guru bertujuan untuk mengetahui bahan bahan pelajaran yang disampaikan apakah sudah dikuasi oleh siswa ataukah belum. Selain itu, apakah kegiatan pegajaran yang dilaksanakannya itu sudah sesuai dengan apa yang diharapkan atau belum.

Menurut Sudirman N, dkk, bahwa tujuan penilaian dalam proses pembelajaran adalah:

1. Mengambil keputusan tentang hasil belajar.

 2. Memahami siswa

 3. Memperbaiki dan mengembangkan program pengajaran.

             Selanjutnya, mengatakan bahwa pengambilan keputusan tentang hasil belajar merupakan suatu keharusan bagi seorang guru agar dapat mengetahui berhasil tidaknya siswa dalam proses pembelajaran. Ketidakberhasilan proses pembelajaran itu disebabkan antara lain sebagai berikut:

1. Kemampuan siswa yang rendah.

2. Kualitas materi pelajaran tidak sesuai dengan tingkat usia anak.

3. Jumlah bahan pelajaran terlalu banyak sehingga tidak sesuai dengan waktu yang diberikan.

4. Komponen proses belajar dan mengajar yang kurang sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan oleh guru itu sendiri.

             Seorang guru yang merasa bertanggung jawab atas penyempurnaan pengajarannya, maka ia harus mengevaluasi pengajarannya itu agar ia mengetahui perubahan apa yang seharusnya diadakan (Popham & Baker, 2008: 112). Siswa juga harus dievaluasi. Evaluasi harus dilakukan secara sistematis dan kontinu agar dapat menggambarkan kemampuan para siswa yang dievaluasi. Dalam pembelajaran yang terjadi di sekolah atau khusunya di kelas, guru adalah pihak yang paling bertanggung jawab atas hasilnya. Kesalahan utama yang sering terjadi di antara para guru adalah bahwa evaluasi hanya dilakukan pada saat-saat tertentu, seperti pada akhir materi, pertengahan, dan/atau akhir suatu program pengajaran. Penyimpanganpenyimpangan dalam mengevaluasi pun dapat terjadi apabila guru tersebut memanipulasi hasil belajar siswanya.

Manfaat Perangkat evaluasi Bagi Guru

a. Perangkat pembelajaran sebagai panduan

Perangkat pembelajaran adalah sebagai panduan atau pemberi arah bagi seorang guru. Hal tersebut penting karena proses pembelajaran adalah sesuatu yang sistematis dan terpola. Masih banyak guru yang hilang arah atau bingung ditengah-tengah proses pembelajaran hanya karena tidak memiliki perangkat pembelajaran. Oleh karena itu, perangkat pembelajaran memberi panduan apa yang harus dilakukan seorang guru di dalam kelas. Selain itu, perangkat pembelajaran memberi panduan dalam mengembangkan teknik mengajar dan memberi panduan untuk merancang perangkat yang lebih baik.

b. Perangkat pembelajaran sebagai tolak ukur

Seorang guru yang profesional tentu mengevaluasi setiap hasil mengajarnya. Begitu pula dengan perangkat pembelajaran. Guru dapat mengevaluasi diri nya sendiri sejauh mana perangkat pembelajaran yang telah dirancang teraplikasi di dalam kelas. Evaluasi tersebut penting untuk terus meningkatkan profesionalime seorang guru. Kegiatan evaluasi bisa dimulai dengan membandingkan dari berbagai aktivitas di kelas, strategi, metode atau bahkan langkah pembelajaran dengan data yang ada di perangkat pembelajaran.

c. Perangkat pembelajaran sebagai peningkatan profesionalisme

Profesionalisme seorang guru dapat ditingkatkan dengan perangkat pembelajaran. Dengan kata lain, bahwa perangkat pembelajaran tidak hanya sebagai kelengkapan administrasi. tetapi juga sebagai media peningkatan profesionalisme. Seorang guru harus menggunakan dan mengembangkan perangkat pembelajarannya semaksimal mungkin. Memperbaiki segala yang terkait dengan proses pembelajaran lewat perangkatnya. Jika tidak demikian, maka kemampuan sang guru tidak akan berkembang bahkan mungkin menurun.

d. Mempermudah

Perangkat pembelajaran mempermudah seorang guru dalam membantu proses fasilitasi pembelajaran. Dengan perangkat pembelajaran, seorang guru mudah menyampaikan materi hanya dengan melihat perangkatnya tanpa harus banyak berpikir dan mengingat.

Rabu, 01 Juni 2022

LAPORAN BACAAN Manajemen Kelas

 

Nama : Roza Wulandari

Nim : 12001089

Kelas : 4F PAI

Makul : Magang 1

 

LAPORAN BACAAN

 

MANAJEMEN KELAS

 

Manajemen kelas merupakan suatu kegiatan terkecil dalam usaha pendidikan yang justru merupakan inti dari seluruh jenis manajemen pendidikan. Dalam manajemen kelas inilah kemudian terdapat istilah “pengelolaan kelas baik yang bersifat intruksional maupun manajerial.

 Manajemen kelas selalu dituntut pada setiap sesi pembelajaran, manajemen kelas berupaya untuk membentengi pembelajaran agar berjalan sesuai dengan tujuan yang diharapkan, sehingga mendukung ketercapaian tujuan pembelajaran.

Menurut Mulyadi (2009: 4) manajemen kelas merupakan salah satu ketrampilan yang harus dimiliki guru dalam memahami, mendiagnosis, memutuskan dan kemampuan bertindak menuju perbaikan suasana kelas yang dinamis Maka dari itu seorang guru memiliki andil yang sangat penting dan berperan terhadap keberhasilan pembelajaran di sekolah. Guru sangat berperan dalam membantu perkembangan peserta didik untuk mewujudkan tujuan hidupnya secara optimal. Didalam kelas guru melaksanakan dua tugas pokoknya yaitu kegiatan mengajar dan mengelola kelas Kegiatan mengajar pada hakikatnya adalah proses mengatur, mengorganisasi lingkungan yang ada disekitar siswa. Sedangkan kegiatan mengelola kelas tidak hanya berupa pengaturan kelas, fasilitas fisik dan rutinitas.

 

Manajemen Kelas berasal dari dua kata yaitu dari kata manajemen dan kelas. Manajemen dari kata Management, yang diterjemahkan pula menjadi pengelolaan. berarti proses penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran (Mulyadi, 2009 2).

Oviyanti (2009 77) berpendapat bahwa “manajemen kelas adalah sebuah upaya memaksimalkan potensi kelas agar tercipta suasana yang kondusif bagi siswa untuk belajar dan guru pun merasa nyaman dalam mengajar” Sedangkan Emmer dalam Salfen (2009: 41) mendefinisikan manajemen kelas sebagai perangkat perilaku dan kegiatan guru yang diarahkan untuk menarik perilaku siswa yang wajar, pantas, dan layak serta usaha dalam meminimalkan ganggua

 

Manajemen kelas selain memberi makna penting bagi tercipta dan terpeliharanya kondisi kelas yang optimal, manajemen kelas berfungsi :

1. Memberi dan melengkapi fasilitas untuk segala macam tugas, misalnya kelompok dalam pembagian tugas, membantu pembentukan kelompok, membantu kerjasama dalam menemukan tujuan-tujuan organisasi, membantu individu agar dapat bekerjasama dengan kelompok/kelas, membantu prosedur kerja dan mengubah kondisi kelas.

2. Memelihara agar tugas itu dapat berjalan lancar.

Tujuan manajemen kelas diantaranya adalah:

1. Mewujudkan situasi dan kondisi kelas, sebagai lingkungan pembelajaran yang memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan mereka semaksimal mungkin.

2. Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi pembelajaran.

3. Menyediakan dan mengatur fasilitas serta media pembelajaran yang mendukung dan memungkinkan peserta didik belajar sesuai dengan lingkungan sosial, emosional dan intelektual mereka dalam kelas.

4. Membina dan membimbing siswa sesuai dengan latar belakang sosial, ekonomi, budaya, dan sifat-sifat individunya.

Manajemen kelas adalah keterampilan guru sebagai leader sekaligus manajer dalam menciptakan ikim kelas yang kondusif untuk meraih keberhasilan kegiatan belajar-mengajar.

Karateristik kondisi kelas yang mendukung keberhasilan belajar mengajar, yaitu kelas memiliki sifat merangsang dan menantang untuk selalu belajar,memberikan rasa aman, dan memberikan kepuasan terhadap peserta didik setelah melaksanakan kegiatan belajar dikelas.

Usaha efektif yang harus dilakukan oleh seorang guru :

a. Guru mengetahui secara tepat faktor – faktor yang dapat menunjang terciptanya kondisi yang menguntungkan dalam kegiatan belajar – mengajar.

b. Guru mengenal masalah – masalah yang diperkirakan muncul dalam kegiatan belajar mengajar yang dapat merusak iklim belajar di kelas.

c. Guru menguasai berbagai pendekatan dalam manjemen kelas dan mengetahui kapan dan masalah apa untuk suatu pendekatan digunakan.

Sasaran manajemen kelas :

1. Pengelolaan ruang kelas

Meliputi pengadaan dan pengaturan ventilasi, tempat duduk peserta didik, alat – alat peraga pembelajaran.

2. Pengelolaan peserta didik

Berkaitan dengan pemberian stimulus dalam membangkitkan dan mempertahankan kondisi motivasi peserta didik untuk secara sadar berperan aktif dan terlibat dalam kegiatan belajar.

1. Manajemen kelas adalah keterampilan guru sebagai leader sekaligus manajer dalam menciptakan ikim kelas yang kondusif untuk meraih keberhasilan kegiatan belajar-mengajar.

2. Fungsi dari manajemen kelas adalah memberi dan melengkapi fasilitas untuk segala macam tugas serta Memelihara agar tugas itu dapat berjalan lancar. Sedangkan tujuan manajemen kelas adalah untuk menciptakan suasana kelas yang kondusif, baik, dan berjalan dengan lancar, tanpa hambatan apapun.

3. Ruang Lingkup Manajemen Kelas

a. Manajemen kurikulum

b. Manajemen peserta didik

c. Kegiatan akademik

d. Kegiatan administratif

4. Prinsip – Prinsip Manajemen Kelas:

a. Hangat dan antusias

b. Tantangan

c. Bervariasi

d. Keluwesan

e. penekanan pada hal – hal yang positif

f. penanaman disiplin diri

5. Urgensi dari manajemen kelas adalah untuk menciptakan kelas yang memiliki suasana belajar yang menggairahkan, kebebasan dalam bergerak dan agar siswa tetap fokus dalam tujuan pembelajaran.

6. Pengaturan Tempat Duduk Peserta Didik digolongkan ke dalam berbagai bentuk formasi, diantaranya adalah:

a. Formasi tradisional (konvensional)

b. Formasi auditorium

c. Formasi chevron

d. Formasi kelas bentuk U

e. Formasi meja pertemuan

f. Formasi konferensi

g. Formasi pengelompokan terpisah (breakout groupings)

h. Formasi tempat kerja

i. Formasi kelompok untuk kelompok

j. Formasi lingkaran

k. Formasi peripheral

Untuk mencapai tujuan pendidikan diperlukan adanya manajemen kelas yang baik dan terukur keberhasilanya sebab manajemen kelas yang merupakan substansi daripada manajemen kurikulum. Sedangkan manajemen kurikulum merupakan substansi manajemen pendidikan. Manajemen kelas merupakan kegiatan guru untuk menciptakan, mengembangkan, mempertahankan, mengendalikan, dan juga menyembuhkan iklim kelas agar kondusif untuk kegiatan pembelajaran sehingga dibutuhkan seorang guru yang tahu dan mampu mengendalikan ruang lingkup dan tujuan manajemen kelas.

 

BAHAN AJAR

  Nama : Roza Wulandari Nim : 12001089 Kelas : 4F PAI LAPORAN BACAAN MAGANG 1   BAHAN AJAR Pada pembahasan kali ini saya tentuny...