Rabu, 30 Maret 2022

Memahami Karakteristik Peserta Didik


LAPORAN BACAAN

Assalamualikum wr.wb, pada kali ini saya akan melaporkan hasil bacaan pada buku karakteristik oleh ibu Meriyati. Langsung saja memaparkan bacaan saya dari buku tsb.

Memahami Karakteristik Peserta Didik

Sebelum kita mengetahui dan memahami karakteristik peserta didik, kita juga harus tau apa itu Karakteristik.

Apa itu Karakteristik? Jadi, Karakteristik berasal dari kata karakter yaitu sifat-sifat kejiwaan, ahlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan orang lain ,tabiat, watak, berubah menjadi karakteristik. Karakter ini tentu saja sangat lekat dengan perwatakan seseorang.

Karakter seseorang anak sering dipengaruhi oleh orang yang berada di lingkungan sekitarnya maupun orang-orang yang dekat dengannya, sehingga seringkali kita lihat anak kecil menirukan tingkah laku dari orang-orang yang dekat dengannya seperti orang tua, pengasuhnya atau teman bermain. tidak jarang anak sering juga meniru tingkah laku dari tokoh yang di tontonnya di televisi. Tetapi karakter berbeda dengan kepribadian, seorang psikolog berpendapat bahwa karakter berbeda dengan kepribadian, karena kepribadian merupakan sifat yang dibawa sejak lahir dengan kata lain kepribadian bersifat genetis.

Untuk memahami karakteristik peserta didik, sudah seharusnya pendidik lebih tau dasar dari karakter anak didiknya. Misalnya pada guru yang sudah dibekali ilmu dan sudah menguasai pendidikan psikolog sehingga untuk memahamai karakteristik dari peserta didiknya sudah ia tangani dengan baik.

Jadi untuk mengenal dan memahami peserta didik, guru dapat melakukan cara memperhatikan  dan menganalisa tutur kata, sikap dan prilaku atau perbuatan anak didik dengan itu, seorang guru harus secara seksama dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan peserta didik dalam setiap aktivitas pendidikan.

Karakteristik siswa sangat mempengaruhi keberhasilan proses pembelajaran. Siswa yang mempunyai kesiapan secara fisiologis dan psikologis akan mampu mengikuti proses pembelajaran dengan baik. Sebaliknya, siswa yang tidak mempunyai kesiapan secara fisiologis dan psikologis akan mengalami kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran. Perbedaan psikologis siswa dapat dimanfaatkan guru dalam mengelola kelas, terutama dalam penempatan anak di tempat duduk dan pengelompokkan. Ada juga salah satu cara yang dapat ditempuh untuk mengatasi perbedaan karakteristik siswa adalah dengan menerapkan mastery learning(pembelajaran tuntas). Mastery learning memungkinkan siswa untukmenyelesaikan materi pembelajaran sesuai dengan kemampuan dan karakteristik masing-masing.

Seorang pendidik akan mudah mengajari anak didiknya, menangani setiap permasalahan anak didiknya, dan mengarahkannya sesuai dengan tujuan pendidikan jika pendidik sebelumnya memiliki pemahaman yang benar mengenai karakter anak didiknya, mengetahui potensi-potensi fisik, mental, kecenderungan, cita-cita, motivasi, danminat mereka. Pemahaman dan pengetahuan tersebut dibutuhkan untuk menyiapkan cara dan metode yang tepat dalam mengembangkan potensi dan pembentukan karakter serta bagaimana cara mengatasi kelemahan-kelemahan yang menjadi penghalang proses pengembangan dirinya.

Untuk memahami karakteristik anak didik, tentu saja kita tidak boleh membedakan antara yang berbakat dan tidak berbakat. Dengan itu, sangat diperlukan untuk menjadi guru yang profesional dalam memahami karakteristik anak didik. Tentu saja memiliki anak yang berbakat mempunyai nilai keistimewaan tersendiri bagi orang tua dan para pendidik. Yang di maksud dengan anak berbakat ialah mereka yangkarena memiliki kemampuan-kemampuan yang unggul mampu memberikan prestasi yang tinggiâl. Dengan mengetahui segala kemampuan-kemampuan yang dimiliki oleh anak yang berbakat, nyatalah bahwa kita harus membedakan antara anak berbakat yangsudah berhasil mewujudkan potensialnya dalam prestasi yang unggul ( misalnya prestasi sekolah yang menonjol atau pernah menjadi juara sayembara mengarang atau lomba karya ilmiah ) dan mereka yang potensial berbakat tetapi karena sebab-sebab tetentu belum berhasil mewujudkan potensi mereka yang unggul. Sekali lagi perlu ditekankan bahwa anak mempunyai bakat-bakat tertentu, hanya berbeda dalam jenis dan derajatnya. Yang dimaksud dengan anak berbakat ialah mereka yang mempunyai bakat-bakat dalam derajat yang tinggi dan bakat-bakat yang unggul. Ada anak yang berbakat intelektual umum, biasanya mereka mempunyai taraf intelegensi yang tinggi dan menunjukkan prestasi sekolah yangmenonjol. Ada pula yang mempunyai bakat akademis khusus misalnya adalah  matematika atau dalam bahasa, sedangkan dalampelajaran lainbelum tentu menonjol. Ada anak yang intelegensinya mungkin tidak terlalu tinggi tetepi unggul dalam kemampuan berpikir kreatif-produktif. Ada pula anak yang bakatnya dalam bidang olah raga, atau dalam salah satu bidang seni seperti melukis atau musik. Ada anak yang di sekolahtidak termasuk siswa yang pandai, tetapi ia menonjol dalam teman-temannya atau oleh guru selalu dipilih menjadi pemimpin, bakat mereka terletak dalam bidang psikososial.

Karakteristik siswa berbeda-beda antara satu dan lainnya, perbedaan karakteristik tersebut dapat diringkas menjadi tiga macam karakteristik, yaitu karakteristik siswa yang berkaitan dengan fisiologis, karakteristik siswa yang berkaitan dengan psikologis, dan karakteristik siswa yang berkaitan dengan lingkungan. Perbedaan karakteristik siswa berhubungan erat dengan proses pembelajaran yang dilaksanakan, ada beberapa cara yang dapat dilaksanakan untuk mengurai perbedaan perbedaan tersebut, antara lain dengan memberikan program nutrisi kepada siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu, menciptakan mekanisme sosial yang baik di antara para siswa, melaksanakan pembelajaran konstektual, program remedial (perbaikan) bagi yang belum tuntas, dan meningkatkan prosesionalisme guru.

Karakteristik siswa mempunyai hubungan positif dengan hasil pembelajaran. Artinya, semakin baik karakteristik siswa maka hasil belajar akan cenderung semakin baik atau meningkat. Sebaliknya, karakteristik siswa yang tidak baik akan menyebabkan hasil belajar tidak baik atau menurun. Perlunya pemahaman terhadap perkembangan peserta didik dimaksudkan untuk merancang pembelajaran yang kondusif yang akan dilaksanakan sehingga mampu meningkatkan motivasi belajar siswa . Pola perilaku yang dimiliki siswa yang masing-masing memiliki perbedaan menyebabkannya mereka akan memiliki karakteristik yang berbeda-beda antara satu dan yang lainnya. Perbedaan-perbedaan yang ada merupakan hal yang sudah pasti, tidak ada satupun siswa yang mempunyai kesamaan dengan lainnya. Masing-masing perbedaan tersebut memiliki keunikan sendiri, satu aspek yang sama maka aspek yang lainnya belum tentu sama. Perbedaan tersebut merupakan salah satu faktor yang menjadi pendukung untuk mewujudkan kualitas sesuai dengan karakteristik yang dimiliki. Dalam situasi pendidikan atau pengajaran terjalin suatu interaksi antara peserta didik dengan guru atau antara pendidik dengan pesertadidik. Interaksi ini sesungguhnya merupakan interaksi antara dua kepribadian, yaitu kepribadian guru sebagai orang dewasa dan kepribadian peserta didik sebagai anak yang belum dewasa dan sedang mencari bentuk kedewasaan.

Peserta didik diartikan sebagai anggota msyarakat yang berusaha mengembangkan dirinya melalui proses pendidikan pada jalur jejang dan jenis pendidikan tertentu. Guru sebagai pendidik dan pembimbing tidak bisa dilepaskan dari guru sebagai pribadi. Kepribadian guru sangat berpengaruh peranannya sebagai pendidik dan pembimbing. Guru mendidik dan membimbing peserta didik tidak hanya dengan bahan yang disampaikan, tetapi harus bisa menguasai karakteristik individu peserta didik. Cara penguasan guru terhadap karakteristik peserta didik yaitu memerlukan pemahaman tentang dirinya sendiri (Self Understanding), dan juga pemahaman tentang orang lain (Under Standing the Other). Tanpa pemahaman yang meluas dan mendalam tentang diri sendiri dan orang lain maka guru tidak akan memahami karakteristik peserta didik, jadi harus dilakukannya penguasaan secara menyeluruh. Apabila gurutidak memahami karakteristik peserta didik maka peserta didik tidakakan mengalami perkembangan, potensi belajarnya melemah, danmobilitas perkembangan anak monoton atau tidak bervariasi. Pemahaman individu pada dasarnya merupakan pemahaman terhadapkeseluruhan kepribadiannya dengan segala latar belakang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BAHAN AJAR

  Nama : Roza Wulandari Nim : 12001089 Kelas : 4F PAI LAPORAN BACAAN MAGANG 1   BAHAN AJAR Pada pembahasan kali ini saya tentuny...