LAPORAN BACAAN
Assalamualikum wr.wb, pada kali ini saya akan melaporkan hasil
bacaan pada buku karakteristik oleh ibu Meriyati. Langsung saja memaparkan
bacaan saya dari buku tsb.
Memahami Karakteristik Peserta Didik
Sebelum kita mengetahui dan memahami karakteristik peserta didik,
kita juga harus tau apa itu Karakteristik.
Apa itu Karakteristik? Jadi, Karakteristik berasal dari kata
karakter yaitu sifat-sifat kejiwaan, ahlak atau budi pekerti yang membedakan
seseorang dengan orang lain ,tabiat, watak, berubah menjadi karakteristik. Karakter
ini tentu saja sangat lekat dengan perwatakan seseorang.
Karakter seseorang anak sering dipengaruhi oleh orang yang berada
di lingkungan sekitarnya maupun orang-orang yang dekat dengannya, sehingga
seringkali kita lihat anak kecil menirukan tingkah laku dari orang-orang yang
dekat dengannya seperti orang tua, pengasuhnya atau teman bermain. tidak jarang
anak sering juga meniru tingkah laku dari tokoh yang di tontonnya di televisi.
Tetapi karakter berbeda dengan kepribadian, seorang psikolog berpendapat bahwa karakter
berbeda dengan kepribadian, karena kepribadian merupakan sifat yang dibawa
sejak lahir dengan kata lain kepribadian bersifat genetis.
Untuk memahami karakteristik peserta didik, sudah seharusnya
pendidik lebih tau dasar dari karakter anak didiknya. Misalnya pada guru yang
sudah dibekali ilmu dan sudah menguasai pendidikan psikolog sehingga untuk memahamai
karakteristik dari peserta didiknya sudah ia tangani dengan baik.
Jadi untuk
mengenal dan memahami peserta didik, guru dapat melakukan cara
memperhatikan dan menganalisa tutur
kata, sikap dan prilaku atau perbuatan anak didik dengan itu, seorang guru
harus secara seksama dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan peserta didik
dalam setiap aktivitas pendidikan.
Karakteristik
siswa sangat mempengaruhi keberhasilan proses pembelajaran. Siswa yang
mempunyai kesiapan secara fisiologis dan psikologis akan mampu mengikuti proses
pembelajaran dengan baik. Sebaliknya, siswa yang tidak mempunyai kesiapan
secara fisiologis dan psikologis akan mengalami kesulitan dalam mengikuti
proses pembelajaran. Perbedaan psikologis siswa dapat dimanfaatkan guru dalam
mengelola kelas, terutama dalam penempatan anak di tempat duduk dan
pengelompokkan. Ada juga salah satu cara yang dapat ditempuh untuk mengatasi
perbedaan karakteristik siswa adalah dengan menerapkan mastery learning(pembelajaran
tuntas). Mastery learning memungkinkan siswa untukmenyelesaikan materi pembelajaran
sesuai dengan kemampuan dan karakteristik masing-masing.
Seorang
pendidik akan mudah mengajari anak didiknya, menangani setiap permasalahan anak
didiknya, dan mengarahkannya sesuai dengan tujuan pendidikan jika pendidik
sebelumnya memiliki pemahaman yang benar mengenai karakter anak didiknya,
mengetahui potensi-potensi fisik, mental, kecenderungan, cita-cita, motivasi,
danminat mereka. Pemahaman dan pengetahuan tersebut dibutuhkan untuk menyiapkan
cara dan metode yang tepat dalam mengembangkan potensi dan pembentukan karakter
serta bagaimana cara mengatasi kelemahan-kelemahan yang menjadi penghalang
proses pengembangan dirinya.
Untuk memahami
karakteristik anak didik, tentu saja kita tidak boleh membedakan antara yang
berbakat dan tidak berbakat. Dengan itu, sangat diperlukan untuk menjadi guru
yang profesional dalam memahami karakteristik anak didik. Tentu saja memiliki
anak yang berbakat mempunyai nilai keistimewaan tersendiri bagi orang tua dan
para pendidik. Yang di maksud dengan anak berbakat ialah mereka yangkarena
memiliki kemampuan-kemampuan yang unggul mampu memberikan prestasi yang
tinggiâl. Dengan mengetahui segala kemampuan-kemampuan yang dimiliki oleh anak
yang berbakat, nyatalah bahwa kita harus membedakan antara anak berbakat
yangsudah berhasil mewujudkan potensialnya dalam prestasi yang unggul (
misalnya prestasi sekolah yang menonjol atau pernah menjadi juara sayembara
mengarang atau lomba karya ilmiah ) dan mereka yang potensial berbakat tetapi
karena sebab-sebab tetentu belum berhasil mewujudkan potensi mereka yang
unggul. Sekali lagi perlu ditekankan bahwa anak mempunyai bakat-bakat tertentu,
hanya berbeda dalam jenis dan derajatnya. Yang dimaksud dengan anak berbakat
ialah mereka yang mempunyai bakat-bakat dalam derajat yang tinggi dan
bakat-bakat yang unggul. Ada anak yang berbakat intelektual umum, biasanya
mereka mempunyai taraf intelegensi yang tinggi dan menunjukkan prestasi sekolah
yangmenonjol. Ada pula yang mempunyai bakat akademis khusus misalnya adalah matematika atau dalam bahasa, sedangkan
dalampelajaran lainbelum tentu menonjol. Ada anak yang intelegensinya mungkin
tidak terlalu tinggi tetepi unggul dalam kemampuan berpikir kreatif-produktif.
Ada pula anak yang bakatnya dalam bidang olah raga, atau dalam salah satu
bidang seni seperti melukis atau musik. Ada anak yang di sekolahtidak termasuk
siswa yang pandai, tetapi ia menonjol dalam teman-temannya atau oleh guru
selalu dipilih menjadi pemimpin, bakat mereka terletak dalam bidang
psikososial.
Karakteristik
siswa berbeda-beda antara satu dan lainnya, perbedaan karakteristik tersebut
dapat diringkas menjadi tiga macam karakteristik, yaitu karakteristik siswa
yang berkaitan dengan fisiologis, karakteristik siswa yang berkaitan dengan
psikologis, dan karakteristik siswa yang berkaitan dengan lingkungan. Perbedaan
karakteristik siswa berhubungan erat dengan proses pembelajaran yang
dilaksanakan, ada beberapa cara yang dapat dilaksanakan untuk mengurai
perbedaan perbedaan tersebut, antara lain dengan memberikan program nutrisi
kepada siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu, menciptakan mekanisme
sosial yang baik di antara para siswa, melaksanakan pembelajaran konstektual,
program remedial (perbaikan) bagi yang belum tuntas, dan meningkatkan
prosesionalisme guru.
Karakteristik
siswa mempunyai hubungan positif dengan hasil pembelajaran. Artinya, semakin
baik karakteristik siswa maka hasil belajar akan cenderung semakin baik atau
meningkat. Sebaliknya, karakteristik siswa yang tidak baik akan menyebabkan
hasil belajar tidak baik atau menurun. Perlunya pemahaman terhadap perkembangan
peserta didik dimaksudkan untuk merancang pembelajaran yang kondusif yang akan dilaksanakan
sehingga mampu meningkatkan motivasi belajar siswa . Pola perilaku yang
dimiliki siswa yang masing-masing memiliki perbedaan menyebabkannya mereka akan
memiliki karakteristik yang berbeda-beda antara satu dan yang lainnya.
Perbedaan-perbedaan yang ada merupakan hal yang sudah pasti, tidak ada satupun
siswa yang mempunyai kesamaan dengan lainnya. Masing-masing perbedaan tersebut
memiliki keunikan sendiri, satu aspek yang sama maka aspek yang lainnya belum
tentu sama. Perbedaan tersebut merupakan salah satu faktor yang menjadi
pendukung untuk mewujudkan kualitas sesuai dengan karakteristik yang dimiliki.
Dalam situasi pendidikan atau pengajaran terjalin suatu interaksi antara
peserta didik dengan guru atau antara pendidik dengan pesertadidik. Interaksi
ini sesungguhnya merupakan interaksi antara dua kepribadian, yaitu kepribadian
guru sebagai orang dewasa dan kepribadian peserta didik sebagai anak yang belum
dewasa dan sedang mencari bentuk kedewasaan.
Peserta didik
diartikan sebagai anggota msyarakat yang berusaha mengembangkan dirinya melalui
proses pendidikan pada jalur jejang dan jenis pendidikan tertentu. Guru sebagai
pendidik dan pembimbing tidak bisa dilepaskan dari guru sebagai pribadi.
Kepribadian guru sangat berpengaruh peranannya sebagai pendidik dan pembimbing.
Guru mendidik dan membimbing peserta didik tidak hanya dengan bahan yang
disampaikan, tetapi harus bisa menguasai karakteristik individu peserta didik.
Cara penguasan guru terhadap karakteristik peserta didik yaitu memerlukan
pemahaman tentang dirinya sendiri (Self Understanding), dan juga pemahaman
tentang orang lain (Under Standing the Other). Tanpa pemahaman yang meluas dan
mendalam tentang diri sendiri dan orang lain maka
guru tidak akan memahami karakteristik peserta didik, jadi harus dilakukannya
penguasaan secara menyeluruh. Apabila gurutidak memahami karakteristik peserta
didik maka peserta didik tidakakan mengalami perkembangan, potensi belajarnya
melemah, danmobilitas perkembangan anak monoton atau tidak bervariasi.
Pemahaman individu pada dasarnya merupakan pemahaman terhadapkeseluruhan
kepribadiannya dengan segala latar belakang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar