Rabu, 06 April 2022

LAPORAN BACAAN KURIKULUM

 Nama : Roza Wulandari 

Nim : 12001089 

Kelas : 4F PAI 

Mata Kuliah : Magang 1

Dosen Pengampu : Farninda Aditya,M.Pd



LAPORAN BACAAN 

KURIKULUM 

Kurikulum dapat diartikan seperangkat atau sistem rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman untuk menggunakan aktivitas belajar mengajar. Karena kurikulum dianggap sebagai pedoman sekolah atau madrasah, maka kurikulum dalam implementasinya memerlukan beberapa komponen yang terkait dan berhubungan satu sama lain untuk mencapai tujuan. Adapun komponen kurikulum meliputi : tujuan, pendidik, peserta didik, isi, prosedur atau strategi, sarana dan prasarana pendidikan dan dukungan masyarakat. Sehingga disini kurikulum sangat mengendedikasi bahwa kurikulum ini tidak mencakup satu individu saja, namun mencakup beberapa individu sehingga kurikulum ini dapat berjalan sesuai prosedur yang sudah direncanakan. Tujuan kurikulum pada dasarnya merumuskan tujuan menentukan strategi menyeluruh tentang cara pelaksanaan tugas untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan, serta menentukan hirarki rencana secara menyeluruh untuk mengintegrasikan dan mengkoordinasikan kegiatan yang diperlukan.

Kurikulum merupakan jabaran materi-materi yang disajikan dalam Pembelajaran, juga merupakan komponen yang sangat penting dalam suatu Sistem pendidikan, kurikulum merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan Dan sekaligus sebagai pedoman dalam pelaksanaan pengajaran pada semua jenis dan tingkat pendidikan. Sehingga kurikulum disini adalah sebagai patokan pembelajaran yang dilaksanakan dengan efisien.

Menurut M. Arifin, tujuan dan program pendidikan tertuang di dalam Kurikulum, bahkan program itulah yang mencerminkan arah dan tujuan yang Diinginkan dalam proses pendidikan. Oleh karena itu, kurikulum merupakan Faktor yang sangat penting dalam proses kependidikan dalam suatu lembaga Pendidikan. Segala hal yang harus diketahui atau diresapi serta dihayati oleh Subyek didik harus ditetapkan dalam kurikulum. Juga segala hal yang harus Diajarkan oleh pendidik kepada subyek didiknya harus dijabarkan di dalam Kurikulum.

Kerangka Kurikulum

1 . Kelompok Mata Pelajaran

Peraturan pemerintah nomor 19 tahun 2005 tentang standar Nasional pendidikan pasal 5 menyatakan bahwa kurikulum untuk jenis pendidikan umum, kejuruan dan khusus pada jenjang pendidikan dasar terdiri dari atas:

A . Kelompok Mata Pelajaran agama dan akhlak mulia

B. Kelompok Mata Pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian

C. Kelompok Mata Pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi

D. Kelompok Mata Pelajaran estitika

E. Kelompok Mata Pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan.

2. Prinsip pengembangan kurikulum

Selain tujuan dan cakupan kelompok mata pelajaran sebagai bagian dari kerangka dasar kurikulum, perlu dikemukakan prinsip pengembangan kurikulum.

Di bawah ini adalah sebagai berikut :

A. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya.

B. Beragam dan terpadu

C.Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni

D. Relevan dengan kebutuhan kehidupan

E. Menyeluruh dan berkesinambungan

F. Belajar sepanjang hayat

G. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah

Kurikulum merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan yang Dinamis. Hal ini berarti setiap kurikulum yang dikelola harus bisa dikembangkan Dan disempurnakan agar sesuai dengan laju perkembangan ilmu pengetahuan dan Teknologi serta masyarakat yang sedang membangun. Kurikulum yang dikelola itu Harus sesuai dengan bakat, minat, kebutuhan subyek didik, lingkungan dan Memperlancar pelaksanaan untuk menggapai tujuan yang telah ditetapkan Dalam tulisan ini akan diuraikan beberapa prinsip dasar yang dominan Yang terdapat dalam setiap usaha pengelolaan dan pengembangan kurikulum :

(a) Relevansi, secara umum istilah relevansi pendidikan diartikan sebagai keserasian Pendidikan dengan tuntutan kehidupan. Dengan kata lain, pendidikan dipandang Relevan bila hasrat yang diperoleh dan pendidikan tersebut berguna atau Fungsional bagi kehidupan. Prinsip relevansi ini harus mencakup tiga hal, yaitu Relevansi dengan lingkungan kehidupan sekarang dan yang akan datang, relevansi Dengan tuntutan dunia kerja dan relevansi dengan perkembangan ilmu Pengetahuan dan teknologi,

(b) Berkesinambungan, kurikulum disusun dan Dikelola secara berkesinambungan, artinya bagian-bagian, aspek-aspek materi dan Bahan kajian disusun secara berurutan tidak terlepas melainkan satu sama lain memiliki hubungan fungsional yang bermakna sesuai dengan jenjang pendidikan, Struktur dan satuan pendidikan serta tingkat perkembangan subyek didik. Dengan Prinsip ini tampak jelas alur keterkaitan dalam kurikulum tersebut hingga Mempermudah guru dan subyek didik dalam proses pembelajaran. Dalam hal ini Kurikulum yang disusun dan dikelola itu harus mempertimbangkan dua hal yaitu, Bahan-bahan pelajaran yang lebih tinggi harus sudah diajarkan sebelumnya dan Bahan-bahan pelajaran yang telah diajarkan tidak pernah lagi diajarkan pada Tingkat yang lebih tinggi,

(c) Fleksibilitas, fleksibilitas maksudnya tidak kaku, Artinya ada semacam ruang gerak yang memberikan sedikit kebebasan di dalam Bertindak. Dalam kurikulum fleksibilitas mencakup fleksibilitas subyek didik Dalam memilih program dan fleksibilitas guru dalam pengembangan program Pengajaran. Dari uraian ini maka prinsip fleksibilitas menuntut adanya keluwesan Dalam mengembangkan kurikulum tanpa mengorbankan tujuan yang hendak Dicapai,

(d) Efektivitas, efektivitas dalam suatu kegiatan berkenaan dengan sejauh Mana apa yang direncanakan dapat terlaksana. Dalam bidang pendidikan, Efektivitas ini dapat dilihat dari segi efektivitas guru mengajar dan subyek didik Belajar. Sedang dalam rangka pengelolaan kurikulum dan pengembangannya, Usaha untuk meningkatkan efektivitas kegiatan belajar subyek didik dilakukan Dengan memilih jenis-jenis metode dan alat yang dipandang paling ampuh dalam mencapai tujuan yang diinginkan

(e) Efisiensi, Efisiensi merupakan perbandingan

 antara hasil yang dicapai dengan pengeluaran berupa waktu, tenaga dan biaya yang diharapkan paling tidak menunjukkan hasil yang seimbang. Dalam kaitannya dengan pelaksanaan kurikulum dalam proses belajar mengajar, maka proses belajar mengajar dikatakan efisien jika usaha, biaya dan waktu yang digunakan untuk menyelenggarakan program pembelajaran dapat terealisasi dengan hasil yang optimal.

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BAHAN AJAR

  Nama : Roza Wulandari Nim : 12001089 Kelas : 4F PAI LAPORAN BACAAN MAGANG 1   BAHAN AJAR Pada pembahasan kali ini saya tentuny...