Nama : Roza Wulandari
Nim : 12001089
Kelas : 4F PAI
Mata Kuliah : Magang 1
Dosen Pengampu : Farninda Aditya,M.Pd
LAPORAN BACAAN
KURIKULUM
Kurikulum dapat
diartikan seperangkat atau sistem rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan
pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman untuk menggunakan aktivitas
belajar mengajar. Karena kurikulum dianggap sebagai pedoman sekolah atau
madrasah, maka kurikulum dalam implementasinya memerlukan beberapa komponen
yang terkait dan berhubungan satu sama lain untuk mencapai tujuan. Adapun
komponen kurikulum meliputi : tujuan, pendidik, peserta didik, isi, prosedur
atau strategi, sarana dan prasarana pendidikan dan dukungan masyarakat. Sehingga
disini kurikulum sangat mengendedikasi bahwa kurikulum ini tidak mencakup satu
individu saja, namun mencakup beberapa individu sehingga kurikulum ini dapat
berjalan sesuai prosedur yang sudah direncanakan. Tujuan kurikulum pada
dasarnya merumuskan tujuan menentukan strategi menyeluruh tentang cara
pelaksanaan tugas untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan, serta menentukan
hirarki rencana secara menyeluruh untuk mengintegrasikan dan mengkoordinasikan
kegiatan yang diperlukan.
Kurikulum merupakan
jabaran materi-materi yang disajikan dalam Pembelajaran, juga merupakan
komponen yang sangat penting dalam suatu Sistem pendidikan, kurikulum merupakan
alat untuk mencapai tujuan pendidikan Dan sekaligus sebagai pedoman dalam
pelaksanaan pengajaran pada semua jenis dan tingkat pendidikan. Sehingga kurikulum
disini adalah sebagai patokan pembelajaran yang dilaksanakan dengan efisien.
Menurut M.
Arifin, tujuan dan program pendidikan tertuang di dalam Kurikulum, bahkan
program itulah yang mencerminkan arah dan tujuan yang Diinginkan dalam proses
pendidikan. Oleh karena itu, kurikulum merupakan Faktor yang sangat penting
dalam proses kependidikan dalam suatu lembaga Pendidikan. Segala hal yang harus
diketahui atau diresapi serta dihayati oleh Subyek didik harus ditetapkan dalam
kurikulum. Juga segala hal yang harus Diajarkan oleh pendidik kepada subyek
didiknya harus dijabarkan di dalam Kurikulum.
Kerangka
Kurikulum
1 . Kelompok
Mata Pelajaran
Peraturan
pemerintah nomor 19 tahun 2005 tentang standar Nasional pendidikan pasal 5
menyatakan bahwa kurikulum untuk jenis pendidikan umum, kejuruan dan khusus
pada jenjang pendidikan dasar terdiri dari atas:
A . Kelompok
Mata Pelajaran agama dan akhlak mulia
B. Kelompok
Mata Pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian
C. Kelompok
Mata Pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi
D. Kelompok
Mata Pelajaran estitika
E. Kelompok
Mata Pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan.
2. Prinsip
pengembangan kurikulum
Selain tujuan
dan cakupan kelompok mata pelajaran sebagai bagian dari kerangka dasar
kurikulum, perlu dikemukakan prinsip pengembangan kurikulum.
Di bawah ini
adalah sebagai berikut :
A. Berpusat
pada potensi, perkembangan, kebutuhan dan kepentingan peserta didik dan
lingkungannya.
B. Beragam dan
terpadu
C.Tanggap
terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni
D. Relevan
dengan kebutuhan kehidupan
E. Menyeluruh
dan berkesinambungan
F. Belajar
sepanjang hayat
G. Seimbang
antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah
Kurikulum
merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan yang Dinamis. Hal ini berarti
setiap kurikulum yang dikelola harus bisa dikembangkan Dan disempurnakan agar
sesuai dengan laju perkembangan ilmu pengetahuan dan Teknologi serta masyarakat
yang sedang membangun. Kurikulum yang dikelola itu Harus sesuai dengan bakat,
minat, kebutuhan subyek didik, lingkungan dan Memperlancar pelaksanaan untuk
menggapai tujuan yang telah ditetapkan Dalam tulisan ini akan diuraikan
beberapa prinsip dasar yang dominan Yang terdapat dalam setiap usaha
pengelolaan dan pengembangan kurikulum :
(a) Relevansi,
secara umum istilah relevansi pendidikan diartikan sebagai keserasian
Pendidikan dengan tuntutan kehidupan. Dengan kata lain, pendidikan dipandang
Relevan bila hasrat yang diperoleh dan pendidikan tersebut berguna atau
Fungsional bagi kehidupan. Prinsip relevansi ini harus mencakup tiga hal, yaitu
Relevansi dengan lingkungan kehidupan sekarang dan yang akan datang, relevansi
Dengan tuntutan dunia kerja dan relevansi dengan perkembangan ilmu Pengetahuan
dan teknologi,
(b)
Berkesinambungan, kurikulum disusun dan Dikelola secara berkesinambungan,
artinya bagian-bagian, aspek-aspek materi dan Bahan kajian disusun secara
berurutan tidak terlepas melainkan satu sama lain memiliki hubungan fungsional
yang bermakna sesuai dengan jenjang pendidikan, Struktur dan satuan pendidikan
serta tingkat perkembangan subyek didik. Dengan Prinsip ini tampak jelas alur
keterkaitan dalam kurikulum tersebut hingga Mempermudah guru dan subyek didik
dalam proses pembelajaran. Dalam hal ini Kurikulum yang disusun dan dikelola
itu harus mempertimbangkan dua hal yaitu, Bahan-bahan pelajaran yang lebih
tinggi harus sudah diajarkan sebelumnya dan Bahan-bahan pelajaran yang telah
diajarkan tidak pernah lagi diajarkan pada Tingkat yang lebih tinggi,
(c)
Fleksibilitas, fleksibilitas maksudnya tidak kaku, Artinya ada semacam ruang
gerak yang memberikan sedikit kebebasan di dalam Bertindak. Dalam kurikulum
fleksibilitas mencakup fleksibilitas subyek didik Dalam memilih program dan
fleksibilitas guru dalam pengembangan program Pengajaran. Dari uraian ini maka
prinsip fleksibilitas menuntut adanya keluwesan Dalam mengembangkan kurikulum
tanpa mengorbankan tujuan yang hendak Dicapai,
(d)
Efektivitas, efektivitas dalam suatu kegiatan berkenaan dengan sejauh Mana apa
yang direncanakan dapat terlaksana. Dalam bidang pendidikan, Efektivitas ini
dapat dilihat dari segi efektivitas guru mengajar dan subyek didik Belajar.
Sedang dalam rangka pengelolaan kurikulum dan pengembangannya, Usaha untuk
meningkatkan efektivitas kegiatan belajar subyek didik dilakukan Dengan memilih
jenis-jenis metode dan alat yang dipandang paling ampuh dalam mencapai tujuan
yang diinginkan
(e) Efisiensi,
Efisiensi merupakan perbandingan
antara
hasil yang dicapai dengan pengeluaran berupa waktu, tenaga dan biaya yang
diharapkan paling tidak menunjukkan hasil yang seimbang. Dalam kaitannya dengan
pelaksanaan kurikulum dalam proses belajar mengajar, maka proses belajar
mengajar dikatakan efisien jika usaha, biaya dan waktu yang digunakan untuk
menyelenggarakan program pembelajaran dapat terealisasi dengan hasil yang
optimal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar