Rabu, 13 April 2022

Manajemen Sekolah

 

Nama : Roza Wulandari

Kelas : 4F PAI

 

LAPORAN BACAAN

Assalamualaikum wr.wb. disini saya akan melaporkan bacaan dari pemahaman saya tentang Manajemen Sekolah.

Manajemen sekolah adalah kegiatan yang dilakukan secara efektif dan efisien untuk meningkatkan kinerja sekolah dalam mencapai tujuan pendidikan, termasuk tujuan nasional dan kelembagaan. Para ahli menunjukkan bahwa manajemen sekolah adalah bentuk pemberdayaan sekolah dan lingkungannya untuk menciptakan sekolah yang mandiri dan efektif. Manajemen sekolah memiliki aspek, yaitu manajemen eksternal dan manajemen internal. Pengelolaan internal sekolah meliputi usulan fisik perpustakaan, laboratorium, gedung, dll, sumber dana untuk pelaksanaan evaluasi pendidikan, dan hubungan antara guru dan siswa. Berbagai tahapan pengelolaan kurikulum sekolah dilakukan melalui empat tahapan yaitu perencanaan, pengorganisasian dan koordinasi pelaksanaan dan pengendalian. Peran manajemen dalam meningkatkan mutu dan prestasi sekolah adalah mengubah pola pikir dan arah kerja guru dengan mengelola manajemen peningkatan mutu, dan meningkatkan mutu guru melalui berbagai program peningkatan mutu. 

Secara umum, manajemen adalah proses yang dilakukan seseorang dalam mengelola kegiatan yang dilakukan oleh individu atau kelompok. Sebuah sistem atau manajemen harus diterapkan untuk mencapai apa yang ingin dicapai oleh individu atau kelompok dalam kolaborasi dengan mengoptimalkan sumber daya yang ada. Prospek Kerja Mengingat jurusan sangat erat kaitannya dengan pendidikan, maka sangat memungkinkan juga jika Anda berniat menjadi guru setelah lulus dari jurusan tersebut, baik mengajar di sekolah, les privat, mengajar kelas, dll. Berikut adalah beberapa cara efektif lainnya untuk meningkatkan manajemen sekolah: Perbarui informasi. Informasi adalah hal terpenting di zaman modern ini, manajemen inventaris yang lebih baik, pemrosesan data mahasiswa baru, manajemen fakultas dan staf, pembukuan keuangan yang disederhanakan, kesimpulan. 

Tujuan utamanya adalah meningkatkan efisiensi, mutu, dan pemerataan pendidikan. Peningkatan efisiensi diperoleh melalui keleluasaan mengelola sumber daya yang ada, partisipasi masyarakat, dan penyederhanaan birokrasi. Implementasi manajemen berbasis sekolah menuntut dukungan tenaga kerja yang terampil dan berkualitas agar dapat membangkitkan motivasi kerja yang lebih produktif dan memberdayakan otoritas daerah setempat, serta mengefisiensikan sistem dan menghilangkan birokrasi yang tumpang tindih manajemen berbasis sekolah memberi peluang pada kepala sekolah dan guru serta peserta didik untuk melakukan inovasi dan improvisasi di sekolah, berkaitan dengan masalah kurikulum, pembelajaran, manajerial, dan lain sebagainya yang tumbuh dari aktivitas, kreativitas dan profesionalisme yang dimiliki.

 

Kewenangan yang bertumpu pada sekolah merupakan inti dari MBS yang dipandang memiliki tingkat efektivitas tinggi serta memberikan beberapa keuntungan berikut:

1. kebijakan dan kewenangan sekolah membawa pengaruh langsung kepada peserta didik, orang tua, dan guru

2  bertujuan bagaimana memanfaatkan sumber daya lokal

3. efektif dalam melakukan pembinaan peserta didik seperti,kehadiran, hasil belajar, tingkat pengulangan, tingkat putus sekolah, moral guru, dan iklim sekolah.

 

Efektivitas penerapan MBS berpijak pada 6 hal berikut ini:

 1.  Otonomi, fleksibilitas dan responsiviats

2. Direncanakan oleh kepala sekolah dan komunitas sekolah

3. Penerapan atau adaptasi aturan baru oleh kepala sekolah

4. Partisipasi dari lingkungan sekolah

5. Kolaborasi antar staff

6. Hubungan baik antara kepala sekolah dan guru

 

Karakteristik MBS :

Sekolah memiliki output yang diharapkan

Proses manajemen memiliki ciri ciri sebagai berikut:

1. Memiliki efektivitas KBM yang tinggi

2. Kepemimpinan sekolah yang kuat

3. Lingkungan sekolah yang aman dan tertib

4. Pengelolaan tenaga kependidikan yang efektif

5. Sekolah memiliki budaya mutu

6. Sekolah memiliki teamwork yang kompak, cerdas, dan dinamis

7. Sekolah memiliki kewenangan (kemandirian)

8. Partisipasi yang tinggi dari warga sekolah dan masyarakat

9. Sekolah memiliki keterbukaan (transparansi manajemen)

10. Sekolah memiliki kemauan untuk berubah (psikologis dan fisik)

11. Sekolah melakukan evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan

12. Sekolah responsif dan antisipatif terhadap kebutuhan

13. Sekolah memiliki akuntabilitas dan komunikasi yang baik

14. Sekolah memiliki manajemen lingkungan hidup yang baik

15. Sekolah memiliki kemampuan menjaga sustainabilitas

3. Input pendidikan:

- Memiliki kebijakan, tujuan, dan sasaran mutu yang jelas

- Sumberdaya tersedia dan siap

- Staf yang kompeten dan berdedikasi tinggi

- Memiliki harapan prestasi yang tinggi

- fokus pada manajemen dan pelanggan (khususnya siswa)

Sebagaimana dengan adanya prinsip-prinsip Manajemen Sekolah Teori yang digunakan Manajemen Sekolah untuk mengelola sekolah didasarkan pada empat prinsip, yaitu prinsip ekuifinalitas, prinsip desentralisasi, prinsip sistem pengelolaan mandiri, dan prinsip inisiatif sumber daya manusia. Ada juga yang disebut dengan startegi dan menurut pendapat para tokoh di atas dapat disimpulkan bahwa manajemen strategi sekolah adalah pendekatan yang digunakan untuk mencapai tujuan sekolah, dengan menggunakan ide-ide dan gagasan untuk merencanakan dan menjalankan strategi yang telah dicanangkan sekolah. 

Dasar manajemen strategi adalah menumbuhkan komitmen atau dukungan dari semua pihak (sumber daya manusia) mengenai visi, misi lembaga pendidikan, sasaran penyelenggaraan pendidikan, dan upaya-upaya pencapaiannya. Dengan manajemen strategi, organisasi bisa memiliki gambaran menyeluruh atas organisasinya. Gambaran menyeluruh ini bisa diibaratkan dengan kita yang menggunakan kamera. Bukan hanya diri kita yang terpantau, tetapi juga pihak-pihak disekitar kita, baik yang berhubungan langsung dan berpengaruh dengan kita maupun yang tidak langsung.

Ada dua pendekatan yang digunakan dalam manajemen peserta didik. Pertama, pendekatan kuantitatif (the quantitative approach). Pendekatan ini lebih menitikberatkan pada segi-segi administratif dan birokratik lembaga pendidikan. Dalam pendekatan demikian, peserta didik diharapkan banyak memenuhi tuntutan-tuntutan dan harapan-harapan lembaga pendidikan di tempat peserta didik tersebut berada. Asumsi pendekatan ini adalah, bahwa peserta didik akan dapat matang dan mencapai keinginannya, manakala dapat memenuhi aturan-aturan, tugas-tugas, dan harapan-harapan yang diminta oleh lembaga pendidikan. Wujud pendekatan ini dalam manajemen peserta didik secara operasional adalah: a. Mengharuskan kehadiran secara mutlak bagi peserta didik di sekolah; b. Memperketat presensi; c. Penuntutan disiplin yang tinggi; d. Menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan kepadanya. Kedua, pendekatan kualitatif (the qualitative approach). Pendekatan ini lebih memberikan perhatian pada kesejahteraan peserta didik. Pendekatan kualitatif ini lebih diarahkan agar peserta didik senang. Asumsi dari pendekatan ini adalah, jika peserta didik senang dan sejahtera, maka mereka dapat belajar dengan baik serta senang mengembangkan diri mereka sendiri di lembaga pendidikan seperti sekolah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BAHAN AJAR

  Nama : Roza Wulandari Nim : 12001089 Kelas : 4F PAI LAPORAN BACAAN MAGANG 1   BAHAN AJAR Pada pembahasan kali ini saya tentuny...