Nama : Roza
Wulandari
Kelas : 4F PAI
LAPORAN BACAAN
Assalamualaikum
wr.wb. disini saya akan melaporkan bacaan dari pemahaman saya tentang Manajemen
Sekolah.
Manajemen
sekolah adalah kegiatan yang dilakukan secara efektif dan efisien untuk
meningkatkan kinerja sekolah dalam mencapai tujuan pendidikan, termasuk tujuan
nasional dan kelembagaan. Para ahli menunjukkan bahwa manajemen sekolah adalah
bentuk pemberdayaan sekolah dan lingkungannya untuk menciptakan sekolah yang
mandiri dan efektif. Manajemen sekolah memiliki aspek, yaitu manajemen
eksternal dan manajemen internal. Pengelolaan internal sekolah meliputi usulan
fisik perpustakaan, laboratorium, gedung, dll, sumber dana untuk pelaksanaan
evaluasi pendidikan, dan hubungan antara guru dan siswa. Berbagai tahapan
pengelolaan kurikulum sekolah dilakukan melalui empat tahapan yaitu
perencanaan, pengorganisasian dan koordinasi pelaksanaan dan pengendalian.
Peran manajemen dalam meningkatkan mutu dan prestasi sekolah adalah mengubah
pola pikir dan arah kerja guru dengan mengelola manajemen peningkatan mutu, dan
meningkatkan mutu guru melalui berbagai program peningkatan mutu.
Secara umum,
manajemen adalah proses yang dilakukan seseorang dalam mengelola kegiatan yang
dilakukan oleh individu atau kelompok. Sebuah sistem atau manajemen harus
diterapkan untuk mencapai apa yang ingin dicapai oleh individu atau kelompok
dalam kolaborasi dengan mengoptimalkan sumber daya yang ada. Prospek Kerja
Mengingat jurusan sangat erat kaitannya dengan pendidikan, maka sangat
memungkinkan juga jika Anda berniat menjadi guru setelah lulus dari jurusan
tersebut, baik mengajar di sekolah, les privat, mengajar kelas, dll. Berikut
adalah beberapa cara efektif lainnya untuk meningkatkan manajemen sekolah:
Perbarui informasi. Informasi adalah hal terpenting di zaman modern ini,
manajemen inventaris yang lebih baik, pemrosesan data mahasiswa baru, manajemen
fakultas dan staf, pembukuan keuangan yang disederhanakan, kesimpulan.
Tujuan utamanya
adalah meningkatkan efisiensi, mutu, dan pemerataan pendidikan. Peningkatan
efisiensi diperoleh melalui keleluasaan mengelola sumber daya yang ada,
partisipasi masyarakat, dan penyederhanaan birokrasi. Implementasi manajemen
berbasis sekolah menuntut dukungan tenaga kerja yang terampil dan berkualitas
agar dapat membangkitkan motivasi kerja yang lebih produktif dan memberdayakan
otoritas daerah setempat, serta mengefisiensikan sistem dan menghilangkan birokrasi
yang tumpang tindih manajemen berbasis sekolah memberi peluang pada kepala
sekolah dan guru serta peserta didik untuk melakukan inovasi dan improvisasi di
sekolah, berkaitan dengan masalah kurikulum, pembelajaran, manajerial, dan lain
sebagainya yang tumbuh dari aktivitas, kreativitas dan profesionalisme yang
dimiliki.
Kewenangan yang bertumpu pada sekolah merupakan inti dari MBS yang dipandang memiliki tingkat efektivitas tinggi serta memberikan beberapa keuntungan berikut:
1. kebijakan
dan kewenangan sekolah membawa pengaruh langsung kepada peserta didik, orang
tua, dan guru
2
bertujuan bagaimana memanfaatkan sumber daya lokal
3. efektif
dalam melakukan pembinaan peserta didik seperti,kehadiran, hasil belajar,
tingkat pengulangan, tingkat putus sekolah, moral guru, dan iklim sekolah.
Efektivitas
penerapan MBS berpijak pada 6 hal berikut ini:
2. Direncanakan
oleh kepala sekolah dan komunitas sekolah
3. Penerapan
atau adaptasi aturan baru oleh kepala sekolah
4. Partisipasi
dari lingkungan sekolah
5. Kolaborasi
antar staff
6. Hubungan
baik antara kepala sekolah dan guru
Karakteristik
MBS :
Sekolah
memiliki output yang diharapkan
Proses
manajemen memiliki ciri ciri sebagai berikut:
1. Memiliki
efektivitas KBM yang tinggi
2. Kepemimpinan
sekolah yang kuat
3. Lingkungan
sekolah yang aman dan tertib
4. Pengelolaan
tenaga kependidikan yang efektif
5. Sekolah
memiliki budaya mutu
6. Sekolah
memiliki teamwork yang kompak, cerdas, dan dinamis
7. Sekolah
memiliki kewenangan (kemandirian)
8. Partisipasi
yang tinggi dari warga sekolah dan masyarakat
9. Sekolah memiliki
keterbukaan (transparansi manajemen)
10. Sekolah
memiliki kemauan untuk berubah (psikologis dan fisik)
11. Sekolah
melakukan evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan
12. Sekolah
responsif dan antisipatif terhadap kebutuhan
13. Sekolah
memiliki akuntabilitas dan komunikasi yang baik
14. Sekolah
memiliki manajemen lingkungan hidup yang baik
15. Sekolah
memiliki kemampuan menjaga sustainabilitas
3. Input
pendidikan:
- Memiliki
kebijakan, tujuan, dan sasaran mutu yang jelas
- Sumberdaya
tersedia dan siap
- Staf yang
kompeten dan berdedikasi tinggi
- Memiliki
harapan prestasi yang tinggi
- fokus pada
manajemen dan pelanggan (khususnya siswa)
Sebagaimana
dengan adanya prinsip-prinsip Manajemen Sekolah Teori yang digunakan Manajemen
Sekolah untuk mengelola sekolah didasarkan pada empat prinsip, yaitu prinsip
ekuifinalitas, prinsip desentralisasi, prinsip sistem pengelolaan mandiri, dan
prinsip inisiatif sumber daya manusia. Ada juga yang disebut dengan startegi
dan menurut pendapat para tokoh di atas dapat disimpulkan bahwa manajemen
strategi sekolah adalah pendekatan yang digunakan untuk mencapai tujuan sekolah,
dengan menggunakan ide-ide dan gagasan untuk merencanakan dan menjalankan
strategi yang telah dicanangkan sekolah.
Dasar manajemen
strategi adalah menumbuhkan komitmen atau dukungan dari semua pihak (sumber
daya manusia) mengenai visi, misi lembaga pendidikan, sasaran penyelenggaraan
pendidikan, dan upaya-upaya pencapaiannya. Dengan manajemen strategi,
organisasi bisa memiliki gambaran menyeluruh atas organisasinya. Gambaran
menyeluruh ini bisa diibaratkan dengan kita yang menggunakan kamera. Bukan hanya
diri kita yang terpantau, tetapi juga pihak-pihak disekitar kita, baik yang
berhubungan langsung dan berpengaruh dengan kita maupun yang tidak langsung.
Ada dua
pendekatan yang digunakan dalam manajemen peserta didik. Pertama,
pendekatan kuantitatif (the quantitative approach). Pendekatan ini lebih
menitikberatkan pada segi-segi administratif dan birokratik lembaga pendidikan.
Dalam pendekatan demikian, peserta didik diharapkan banyak memenuhi
tuntutan-tuntutan dan harapan-harapan lembaga pendidikan di tempat peserta
didik tersebut berada. Asumsi pendekatan ini adalah, bahwa peserta didik akan
dapat matang dan mencapai keinginannya, manakala dapat memenuhi aturan-aturan,
tugas-tugas, dan harapan-harapan yang diminta oleh lembaga pendidikan. Wujud
pendekatan ini dalam manajemen peserta didik secara operasional adalah: a.
Mengharuskan kehadiran secara mutlak bagi peserta didik di sekolah; b.
Memperketat presensi; c. Penuntutan disiplin yang tinggi; d. Menyelesaikan
tugas-tugas yang diberikan kepadanya. Kedua, pendekatan
kualitatif (the qualitative approach). Pendekatan ini lebih memberikan
perhatian pada kesejahteraan peserta didik. Pendekatan kualitatif ini lebih
diarahkan agar peserta didik senang. Asumsi dari pendekatan ini adalah, jika
peserta didik senang dan sejahtera, maka mereka dapat belajar dengan baik serta
senang mengembangkan diri mereka sendiri di lembaga pendidikan seperti sekolah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar